VISI

Jumat, 07 November 2008

Rabu, 22 Oktober 2008

Minggu, 10 Agustus 2008

Mengapa dalam mempelajari fisika ada praktikum ?

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu eksperimental dan fisika termasuk didalamnya. Sehingga segala sesuatu yang kita ketahui tentang fisika dan prinsip – prinsip yang mengatur sifat – sifatnya dapat dipelajari melalui praktikum, yaitu pengamatan gejala alam. Mempelajari fisika pada dasarnya adalah mempelajari prilaku besaran fisika. Besaran fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Dari pengamatan tersebut kemudian disusun suatu teori yang selalu dapat diuji kebenarannya.

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika sebagai alat bantu. Pengukuran – pengukuran yang sangat teliti sangat diperlukan dalam fisika agar pengamatan gejala alam dapat dijelaskan dengan akurat.

Berpijak dari situ maka untuk mempelajari fisika diperlukan konsep, hukum, teori, proses IPA , sikap ilmiah dan tentu tidak lepas dari matematika agar dapat menjelaskan fenomena atau kejadian – kejadian alamiah secara kuantitatif.

Dari kegiatan praktikum diharapkan dapat melakukan proses IPA ,proses IPA adalah cara yang digunakan untuk mengembangkan dan memajukan IPA yang meliputi :

- Mengamati ( observasi )

- Mencatat dan mengolah data

- Menginterpretasi ( menafsir )

- Mengukur

- Mengenali peubah

- Menghipotesis

- Merancang percobaan

- Melaksanakan percobaan

- Menyimpulkan

- Mengkomunkasikan

- Menyusun teori

Dalam melaksanakan proses IPA akan melatih bersikap ilmiah,diantaranya :

  1. Obyektif : Pengetahuan sesuai dengan obyeknya atau faktanya dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi.
  2. Menggunakan prinsip analisis, semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya.
  3. Jujur
  4. Skipsis yaitu sikap yang tidak mudah menerima sesuatu sebagai kebenaran sebelum menguji sendiri hal tersebut.
  5. Metodik yaitu pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara – cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
  6. Sistimatik , pengetahuan itru disusun dalam suatu system yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya satu kesatuan yang utuh.